I
LOVE MY EVIL
“kyaaa…aku
terlambat lagi!”suara teriakkan itu membuat seisi kamar tidur Na Ra terasa
bergetar #lebay author#. Diliriknya jam
dinding yang bertengger disalah satu sisi kamarnya. Ia memastikan bahwa kali
ini,untuk kesekian kalinya,Ia harus berhadapan dengan dosen bahasa Inggrisnya
yang mengerikan. Ia bangkit dan menatap jam dinding itu dengan mata
nanar,seolah jam itu melakukan sebuah dosa besar padanya. “huh!aku benci diriku dan dosen
itu!”umpatnya,seraya bergegas mandi dan bersiap-siap. Pintu kamar dibantingnya
saat keluar kamar,membuat Cherry,hamster peliharaannya berlarian dikandangnya.
“oh,mianhae,Cherry,aku terlambat hari ini.”ucapnya menyapa Cherry dan tergesa-gesa berlari menuju mobilnya. “Na
Ra,sarapan dulu!”teriak Ny. Lee dan Nara hanya melambaikan tangan,menolak.
Pukul
08.45 pagi. Sangat jelas Na Ra terlambat 15 menit. Kali ini ia berpikir dosen
itu tak akan mengizinkannya masuk untuk selamanya#woww#. Meski begitu,Na Ra
tetap mencoba masuk kelas,berharap terjadi keajaiban. Benar saja,dosen itu
sedang berdiri di depan semua teman-temannya,dan menatap Na Ra dengan tatapan
mematikan. “great Ms. Na Ra,you’re so awesome!”katanya sinis. Masih
terengah-engah Na Ra mencoba mencari alasan untuk dikatakan pada dosen itu.
“I’m so sorry Sir,,well,,ah ah ah,,”sahutnya terengah-engah. “I will forgive
you for this time.sit down!”ucapnya kemudian memerintahkan Na Ra duduk.
“wah,,Tuhan mendengar do’a ku.”pikir Na Ra sembari berjalan kearahkursi kosong
di sudut ruagan. “well,I’m so sorry,because I must cancel our meeting
today,”kata dosen itu mulai berbicara,”I have something important to do,you may re-plan our next
meeting.”lanjutnya kemudian berbicara kepada Ree,ketua kelas. Na Ra terdiam
dikursinya mendengar dosen itu berbicara. “sial,tentu saja aku
dimaafkan,ternyata oh ternyata!”umpatnya sangat kesal. Wajahnya mengerikan saat
Amber,teman yang duduk disampingnya berbicara. “you’re Lucky Na Ra-ssi”ucapnya
lalu pergi. “tentu saja!”sahut Na Ra sinis.
Dengan
langkah gontai karena lapar,ia berjalan kearah parkiran. Dipikirannya saat ini
adalah bagaimana untuk sampai di rumah secepat yang ia bisa. Ia ingat ucapan
Donghae Oppa,”Na Ra,kau itu berbakat menjadi pembalap F-1”katanya suatu hari.
Kata-kata itu membuatnya berpikir untuk mengendarai mobilnya dengan kecepatan
tinggi. “ahh,eomma,aku lapar.”rengeknya saat memasang sabuk pengaman. Baru saja
ia keluar dari parkiran,seseorang menelponnya. “yeoboseyo?”sahutnya. “Kyaa Na
Ra,apa itu kau?”kata seseorang. “Ne,nuguseyo?”balas Na Ra bertanya pada lelaki
itu. “Na Eun Oppa,bisa bantu oppa?”sahut Eunhyuk. “ahh,,mwo?”jawabnya. “belikan
oppa sebuah kue dan game terbaru.”katany meminta pada Na Ra. “kue?game?apa oppa
terkena virus Kyuhyun?”sahutnya menertawakan Eunhyuk. “anniyo!sudah belikan
saja,dan bawa ke dorm,arasseo?”balasnya. “arasseo!”ucap Na Ra lalu mengakhiri
panggilan. Meskipun penasaran,Na Ra tetap saja akan mengabulkan permintaan
oppanya itu. Tentu saja,Eunhyuk pernah menyelamatkan nyawa sahabatnya saat
mereka masih tinggal di Indonesia. Bagi Na Ra,Donghae dan Eunhyuk adalah
saudara yang sangat berarti.
Setelah
memuaskan rasa laparnya,Na Ra pergi ke toko kue. Ia memilih kue coklat untuk
Eunhyuk dan pergi setelah membayarnya. Ia kemudian pergi ke toko penjualan game
terbaru. Untuk hal yang satu ini seperti biasa, Na Ra bingung harus memilih
yang mana,jadi ia hanya meminta kepada penjualnya untuk memberinya game
terbaru. Setelah mendapatkannya,Ia bergegas membawa semua itu ke Dorm.
“oppa,aku sampai! Apa aku harus masuk juga?”Tanya Na Ra saat menelepon Eunhyuk.
“Ne,palli!tunjukkan saja identitasmu!”sahutnya terburu-buru mengakhiri
panggilan. Na Ra memberikan ID-cardnya,kemudian berjalan masuk setelah
diizinkan petugas keamanan itu. “isshh,,kenapa tempat ini seperti ini!kupikir
seperti lapangan Golf.”gumamnya dan berjalan kearah dorm Super Junior.
Sesampainya di pintu masuk,ia disambut senyuman Donghae dan Heechul.
“masuklah!tolong bawa kue itu ke dapur,berikan pada Ryewook.”ucap Heechul
mengambil game dari tangannya,dan menyerahkan pada Donghae. “kajja!”ajak
Donghae merangkul bahu Na Ra.
‘‘oppa?kalian
sedang mempersiapkan sesuatu?”Tanya Na Ra pada Ryewook,saat membantunya
memasak. “ne,apa kau lupa lagi,saengi?”jawabnya,melirik Na Ra yang sedang
mencuci sayuran. “naega?apa aku lupa sesuatu?aku tidak ingat.”sahutnya
menggelengkan kepalanya. “aigoo,kau ini,hari ini ulang tahun
Kyuhyun!”katanya,membuat Na Ra menghentikan kegiatannya. “mwo?jinja?jeongmal
yo?apa hari ini tanggal 13 oppa?”kata Na Ra sedikit berteriak tak percaya.
“ne,jinja!itulah kenapa kami sangat sibuk hari ini.”jawab Ryewook.
“aishh,,kupikir aku akan dikutuk Evil itu,karena lupa!”katanya lesu.
“gwaenchana!jika si bodoh itu berani mengutukmu,aku akan membakarnya!”timpal
Eunhyuk berdiri di samping Na Ra. “itulah,mengapa oppa memintamu membeli
game!”lanjutnya memegang bahu Na Ra,menenangkan. Na Ra menarik nafas panjang.
Ia lega karena Evil itu tak akan mengutuknya atau apalah.
Tetapi
yang kemudian menunggangu pikirannya adalah,ia tak membawa satupun pakaian yang
pantas untuk pesta kecil mereka. Tentu saja ia tidak bisa datang ke pesta
dengan celana panjang dan kaos seperti itu. Kesannya tidak sopan. Seperti bisa
membaca pikiran Na Ra,Ahra dan Leeteuk
memintanya datang ke kamar Leeteuk. “palli,masuklah!”minta Ahra,saat Na
Ra berdiri di depan pintu. “ada apa Eonni?”Tanya Na Ra berdiri di depan Ahra.
“Aku membawakanmu gaun,jadi tenanglah!”sahut Ahra tersenyum. “owhh,bagaimana
Eonni tau aku tidak membawa pakaian ganti?”kata Na Ra melongo. “tidak penting!ka,mandilah!aku
harus mendandanimu nanti.”jawabnya.
Gaun
biru muda selutut yang membalut tubuhnya,dan highilss Ahra yang menyangga
kakinya yang jenjang,membuat Na Ra terlihat,bagaikan langit siang yang cerah
berwujud seorang wanita cantik. Sembari menunggu Ahra selesai dengan dirinya
sendiri,ia berjalan mondar-mandir dikamar Leeteuk itu. Sebuah kaca yang cukup
besar membuatnya salah tingkah. “aku sering berdandan seperti ini,tapi kenapa
baru kali ini aku sadar aku manis?”batinnya#Na Ra narsissss euyyy#. Samar-samar
didengarnya suara anggota Super Junior yang lain. Suara berat Siwon,dan suara
tinggi Ryewook mendominasi percakapan diluar sana. Tetapi ada satu suara yang
bagi Na Ra sangat jelas didengarnya. Suara merdu milik seseorang. Ia berpikir
pa itu milik Yesung,atau Sungmin,karena menurut beberapa teman-temannya,suara
keduanya sangat merdu. “sedang memikirkan apa?”Tanya Ahra memecah lamunannya.
“ohh,annio.”sahut Na Ra gugup. “kajja,mereka sepertinya sudah berkumpul.”kata
Ahra menarik tangannya.
“aigoo,,saengi,kau
cantik malam ini!”seru Donghae berlari mendekati Na Ra. “oppa,jangan membuatku
malu.”rengek Na Ra merangkul lengan oppanya. Semua menatapnya saat berjalan
bersama Donghae. “Hyung,kau dan dia terlihat sepasang kekasih!”seru
Ryewook,diiringi tawa sema orang. “kyaa,dia juga saengku!”teriak Eunhyuk
seperti tak mau kalah. “andwae!!Hyung,kau tak bisa bersamanya malam ini!”kata
Kyuhyun sedikit berteriak,dan meraih tangan Na Ra dari Donghae . “malam ini,dia
yeojachinguku!”lanjut Kyuhyun. Na Ra terbengong. Bukan kaget karena ucapan
Kyuhyun tadi. Ia terkejut karena suara itulah yang membuatnya melamun. Suara
merdu itu bukan milik Yesung atau Sungmin,Tapi milik Namja yang menggandeng
tangannya sekarang. Suara itu milik Kyuhyun. Namja yang selama ini tak pernah
mengucapkan satu katapun pada Na Ra,sejak ia bergabung di Super Junior. Namja
yang selama ini bagi Na Ra dalah seorang Evil yang hanya berbicara dengan
game-game aneh miliknya. Namun malam ini,namja itu bicara seolah mereka telah
menjadi teman sejak lama,ditambah menggandeng tangannya pula.
“yeobu,kenapa
kau diam saja?”kata Kyuhyun membuyarkan lamunan Na Ra. “kyaa,,Kyuhyun-ah,sejak
kapan kau dan saengku menjadi sepasang kekasih?”bentak Eunhyuk menghampiri
mereka berdua. “ahh,,Hyung,tentu saja sejak malam ini!”sahutnya percaya diri.
“Apa kau sudah gila!”bentak Eunhyuk,melepskan genggaman Kyuhyun dari tangan Na
Ra. “oppa,gwaenchana.”sahut Na Ra yang
membuat dirinya sendiri juga terkejut. “tuh kan!sudahlah Hyung,relakan saja dia
menjadi Yeojachinguku.”kata Kyuhyun dengan nada manis. Meski bingung dengan apa
yang terjadi,Na Ra membiarkan tangannya digenggam Kyuhyun terus menerus. Ia
hanya merasa nyaman dengan apa yang dilakukan Namja Evil itu. Sebuah perasaaan
yang belum pernah dirasakannya.
©
Author End POV#

Tidak ada komentar:
Posting Komentar